buku White Nights

Ulasan Buku White Nights – Bagaimana Jika Novel ini Bukan Hanya Tentang Kisah Cinta?

BOOKS – Siapa yang tidak tahu buku White Nights? Sebuah karya Fyodor Dostoevsky yang begitu familiar di kalangan para pecinta buku romansa. Meski diterbitkan sejak tahun 1800an, buku ini masih diminati banyak orang—termasuk saya—bahkan sampai hari ini.

Apa yang menarik dari buku ini? Jika cerita dalam buku White Nights adalah romansa, apa yang menjadikannya berbeda dengan kisah cinta di buku lain? Apakah karena plot ceritanya? Atau justru karena sesuatu yang tersembunyi di baliknya?

Informasi Buku White Nights

Judul               : White Nights (Malam-Malam Putih)
Penulis            : Fyodor Dostoyevsky
Penerbit           : Norris Book
Halaman          : 88

Sinopsis Buku White Nights?

Buku White Nights karya Fyodor Dostoyevsky bercerita tentang kisah pemuda (narator) yang bertemu dengan seorang gadis bernama Nastenka. Pertemuan itu menjadi sangat mengesankan karena sang pemuda akhirnya jatuh cinta pada saat mereka pertama kali bertemu. Cinta pada pandangan pertama, mungkin bisa dikatakan seperti itu.

Nastenka merupakan seorang gadis yang tinggal di salah satu rumah di Jl. Petersburg. Suatu malam, sebuah insiden membawanya pada pertemuan tak terduga dengan sang narator. Dari pertemuan itu, mereka saling bertukar cerita tentang banyak hal—terutama tentang kehidupan masing-masing.

Tokoh utama pria menceritakan tentang dirinya, termasuk tentang sisi dirinya sebagai seorang “dreamer”. Nastenka juga bercertia tentang kehidupannya yang ternyata sebagian besarnya hanya dihabiskan dengan menemani sang nenek yang tidak bisa melihat. Sebuah pertemuan yang menarik, antara seseorang yang kesepian, dan seseorang yang merindukan kebebasan.

Quote tentang kehidupan dalam buku White Nights karya Fyodor Dostoyevsky
Kutipan dalam buku White Nights karya Fyodor Dostoyevsky (koleksi pribadi)

Pertemuan mereka yang hanya empat malam itu menghadirkan kisah-kisah yang menarik, apalagi setelah kehadiran sosok pria dari cerita Nastenka. Setelah itu, cerita bukan lagi tentang tokoh utama pria dengan Nastenka. Namun, pria penyewa kamar di rumah Nastenka itu pun ikut hadir menghidupkan cerita. Bagaimana kelanjutan kisah asmara antara sang “dreamer” dengan Nastenka, juga pria misterius tadi? Mungkin Anda bisa langsung membaca keseluruhan kisahnya memalui buku White Nights,

buku white nights

Bagaimana Jika Buku White Nights Bukan Hanya Tentang Kisah Cinta?

Bagaimana jika sebenarnya buku White Nights tidak hanya bercerita tentang kisah cinta? Itu adalah salah satu pertanyaan yang muncul setelah saya selesai membaca buku ini. Kemudian, saya pun menemukan sesuatu yang berharga di samping plot ceritanya yang menarik.

Sepanjang membaca halaman demi halaman, saya terus menerung: apakah sebenarnya penulis—Fyodor Dostoyevsky—sedang berusaha menyampaikan sesuatu di balik cerita ini? Apakah Fyodor merasa kesepian? Bagaimana jika sebenarnya yang ingin disampaikan penulis itu bukan hanya tentang kisah cinta tokoh pria utama dengan Nastenka, tetapoi juga sebuah “rasa” kesepian yang pernah—atau sedang—dialaminya? Mungkinkan ia berusaha menyampaikan rasa kesepian itu secara tersirat melalui kisah melankolis yang indah dan puitis?

Itulah yang terus saya pikirkan.

Quote tentang rasa kesepian dalam buku White Nights karya Fyodor Dostoyevsky
Kutipan dalam buku White Nights karya Fyodor Dostoyevsky (koleksi pribadi)

Meski terdengar spekulatif, penjelasan penulis mengenai rasa kesepian dalam buku White Nights ini seakan bisa saya rasakan. Selama membaca halaman demi halaman, saya merasa bahwa sebenarnya saya tidak hanya sedang membaca sebuah cerita, melainkan saya juga sedang “membaca sebuah rasa”.

Penjelasan mengenai keinginan dari tokoh utama untuk keluar dari imajinasi, untuk hidup sebagaimana orang pada umumnya, serta untuk mencintai dan dicintai secara nyata, akhirnya mengantarkan saya pada rasa penasaran saya di atas: mungkinkah Fyodor sedang/pernah kesepian sedemikian dalamnya?

Namun, terlepas dari segala praduga tersebut, saya akhirnya menyadari satu hal setelah membaca buku White Nights. Ternyata, sebuah buku tidak hanya bisa berperan sebagai media untuk menuangkan cerita. Lebih dari itu, buku juga bisa menjadi tempat menyimpan rasa.

Bisa jadi, banyak buku yang memang ditujukan untuk mengabadikan perasaan si penulis melalui kisah imajitif yang dituangkan dalam sebuah karya.

Dan… inilah mungkin alasan mengapa kita harus terus menulis. Pada dasarnya, manusia memiliki rasa, dan itulah yang tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau teknologi apapun. Karena melalui karya yang penuh rasa, kita bisa tetap menjadi manusia.

Menulis dengan jujur dan sungguh-sungguh adalah salah satu upaya kita untuk tetap menjadi manusia

hiddengem.id

FAQ Seputar buku White Nights

Apa yang Diceritakan Buku White Nights?

White Nights menceritakan pertemuan seorang pemuda penyendiri dengan seorang gadis bernama Nastenka. Keduanya kemudian saling berbagi cerita dan perasaan selama empat malam.

Siapa itu Nastenka?

Nastenka adalah tokoh perempuan dalam White Nights. Ia adalah seorang gadis muda yang tinggal bersama neneknya. Nastenka sedang menunggu seseorang ketika bertemu dengan tokoh utama.

Apa itu White Night?

White night atau malam putih adalah fenomena ketika langit tetap terang atau tidak sepenuhnya gelap pada malam hari. Fenomena ini terjadi di wilayah yang berada dekat kutub, terutama saat musim panas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *