Sudah 81 tahun semenjak buku Animal Farm diterbitkan, namun pesan yang disampaikan masih begitu relevan sampai sekarang. Terlepas dari kritik pada suatu ideologi yang dimaksudkan, George Orwell berhasil menggubah satu karya yang tak lekang oleh waktu. Namun, popularitas buku ini belum terlalu besar pada awal penerbitannya. Buku ini sempat ditolak beberapa penerbit di Inggris ketika itu. Pertanyaan selanjutnya: kenapa bisa demikian?
Sekilas Sinopsis Buku Animal Farm
Mereka yang telah membaca buku Animal Farm pasti mafhum bahwa buku ini tidak sedang berbicara mengenai “binatang”, meski tokoh yang diceritakan adalah “binatang”. Novel yang diterbitkan di masa yang sama dengan kemerdekaan Indonesia ini (sekitar Agustus 1945) merupakan sebuah prosa alegoris.
Kisah para binatang dalam buku ini diawali dengan kehidupan mereka di sebuah peternakan Inggris bernama Peternakan Manor. Peternakan tersebut dikelola seorang manusia bernama Tuan Jones.
Pada suatu masa, para binatang di peternakan itu melakukan pemberontakan yang didasari atas kesadaran bahwa ternyata selama ini mereka telah dieksploitasi oleh manusia. Para binatang telah bersusah payah melakukan berbagai macam aktivitas ternak, sedangkan manusia yang mengambil untungnya. Begitu pikir para binatang.
Pemberontakan tersebut akhirnya berhasil. Setelah itu, Peternakan Manor berubah nama—dan pemilik—menjadi Peternakan Binatang.
Peternakan Binatang kemudian dikelola sepenuhnya oleh para binatang dengan dipimpin oleh seekor babi bernama Napoleon. Selain dia, babi lain seperti Snowball dan Squealer juga menjadi tokoh penting dalam kepemimpinan peternakan.
Pada awalnya, Peternakan Binatang berjalan dengan lancar. Para binatang berhasil menciptakan peternakan yang egaliter, sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan sebelumnya. Namun, keadaan itu ternyata tidak bertahan selamanya. Setelah itu, terjadi banyak kejadian yang membuat hubungan para binatang semakin merenggang. Konsep “kesetaraan” semakin memudar, hingga akhirnya para babi menampakkan watak mereka yang tersembunyi selama ini.

Beberapa Beberapa tokoh penting dalam buku Animal Farm:
- Old Major = babi senior
- Napoleon = babi dan pemimpin Peternakan Binatang
- Snowball = babi dan salah satu pemimpin
- Squealer = babi dan juru bicara Napoleon
- Boxer = kuda jantan yang loyal dan pekerja keras
- Clover = kuda betina
- Benjamin = keledai jantan
- Mollie = kuda betina yang akhirnya meninggalkan Peternakan Binatang
- Moses = burung gagak jantan yang sering bercerita tentang Sugarcandy Mountain
- Mr. Jones = manusia, pemilik peternakan Manor
- Mr. Pilkington = manusia, pemilik peternakan Foxwood
- Mr. Frederick = manusia, pemilik peternakan Pinchfield
- Mr. Whymper = manusia, perantara hubungan Peternakan Binatang dengan dunia manusia
- dan berbagai jenis hewan lainnya.
Siapa George Orwell?
Sebelum membahas lebih jauh tentang buku Animal Farm, mungkin kita perlu mengenal sedikit tentang penulisnya.
George Orwell merupakan seorang penulis asal Inggris yang lahir pada 25 Juni 1903 di India dan meninggal pada tahun 1950 di Inggris. Nama aslinya adalah Eric Arthur Blair. Ia kemudian menggunakan nama pena George Orwell, yang mulai dikenal ketika Down and Out in Paris and London diterbitkan pada 1933.
Selain menjadi penulis, Orwell pernah bekerja sebagai polisi kolonial Inggris di Burma dan kemudian menjadi sukarelawan dalam Perang Saudara Spanyol. Dari sinilah Orwell bisa menyaksikan langsung bagaimana perang dan penderitaan berlangsung. Bahkan, Orwell juga mengatakan bahwa ia membenci praktik imperialisme.
Melansir IDN Times, beberapa buku yang ditulis oleh Orwell antara lain Down and Out in Paris and London, Burmese Days, The Road to Wigan Pier, Homage to Catalonia, Nineteen Eighty-Four (1984), dan tentunya Animal Farm.

Bagaimana Sejarah di Balik Buku Animal Farm?
Terbitnya buku Animal Farm memang tidak bisa dipisahkan dari kondisi perpolitikan dunia kala itu. Jika melihat tahun terbit dan beberapa tahun sebelumnya, dunia memang sedang menghadapi konflik antar bangsa, antar ideologi, dan yang jelas antar kepentingan.
Konflik tersebut juga diwarnai dengan perang dan kolonialisme yang terjadi di banyak tempat. Salah satu konflik yang terkenal di masa sekitar buku ini terbit adalah Perang Dunia II. Jika berbicara mengenai Perang Dunia II, tentu pihak Sekutu dan Poros tidak bisa tidak disinggung.
Orwell banyak menyinggung perihal hubungan Inggris dan Soviet yang kala itu berada di kubu yang sama. Ia bahkan tak segan mengkritik mereka—khususnya para intelektual Inggris—yang terlalu pro terhadap Soviet: “Meski tidak diperbolehkan mengkritik pemerintah Soviet, setidaknya Anda cukup bebas mengkritik pemerintah kita sendiri. Hampir tak ada orang yang berani meluncurkan serangan terhadap Stalin, tetapi masih cukup aman menyerang Churchill setidaknya dalam buku dan majalah.”
Pada bagian pengantar dalam edisi terjemahan buku Animal Farm ke dalam Bahasa Ukraina, Orwell juga mengungkapkan, “Sepulangnya dari Spanyol, saya berpikir untuk mengungkap mitos Soviet dalam sebuah cerita yang dapat dipahami dengan mudah oleh semua orang, …”. Ia banyak menyinggung perihal ideologi dan praktik yang dilakukan oleh rezim Stalin. Dari uraian-uraian itu, bisa dipahami bahwa buku ini memang sedang menyinggung pemerintahan Soviet kala itu.
Meski ceritanya sangat sederhana, nyatanya buku Animal Farm berisi pemahaman dan kritikan yang dalam terhadap salah satu—atau mungkin beberapa—praktik perpolitikan yang ada di masanya.

Apa Makna di Balik Kisah Animal Farm?
Meski penulis telah menjelaskan mengenai maksud dari buku ini, saya kira cerita yang tersaji bisa dipahami tanpa kita harus mengaitkan pada satu ideologi tertentu. Saat membaca buku ini pertama kali, saya tidak pernah terpikirkan pada satu pemikiran atau ideologi tertentu. Yang saya pahami, kisah para binatang di peternakan jelas merupakan sindiran terhadap para penguasa yang seolah-olah membela dan memihak kelompoknya, namun nyatanya mereka hanya peduli pada kepentingan mereka sendiri.
Konflik seperti ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang terjadi di peternakan tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ketika sekelompok orang merasa lebih tinggi atau lebih berkuasa daripada yang lainnya bisa muncul di berbagai lingkungan—tidak hanya dalam pemerintahan, tetapi juga di sekitar kita.
Kita memang dapat menikmati dan memahami kritik tentang kekuasaan tanpa mengetahui sejarah Uni Soviet secara mendalam. Namun, memahami konteks Revolusi Rusia, Stalinisme, dan pengalaman Orwell akan membuat makna dalam Animal Farm menjadi jauh lebih jelas.
Itulah sedikit gambaran mengenai buku Animal Farm karya George Orwell. Jika Anda penasaran dengan kisah para “binatang” yang sedang berpolitik di peternakan itu, Anda bisa langsung membacanya dan menyimpulkan sendiri kisah “asli” yang tersirat di dalamnya.
Terakhir, saya ingin membagikan satu kutipan lagi dari buku Animal Farm yang mengingatkan saya pada kondisi “suatu negeri’ yang mungkin sangat kita kenal.
Tanah Inggris ini subur, beriklim bagus, mampu menyediakan makanan yang melimpah ruah bagi binatang-binatang yang jauh lebih banyak dari yang ada sekarang ini. Peternakan kita ini bisa memberi makan belasan kuda, dua puluh sapi, ratusan domba–semuanya hidup sejahtera dan layak melebihi yang dapat kita bayangkan. Lantas, kenapa kita terus menerus hidup dalam kesengsaraan ini? Sebab hampir semua hasil kerja kita dirampas oleh bangsa manusia.
Animal Farm, hlm. 5

✦✦✦
FAQ Seputar Buku Animal Farm
Buku Animal Farm bercerita tentang apa?
Tentang kehidupan binatang di Peternakan Manor yang melakukan pemberontakan kepada manusia. Para binatang tersebut berhasil mengambil alih peternakan dan mengubah namanya menjadi Peternakan Binatang.
Kapan buku Animal Farm pertama kali diterbitkan?
17 Agustus 1945 di Inggris.
Siapa penulis Animal Farm?
George Orwell, yang memiliki nama asli Eric Arthur Blair.
Apa yang dikritik George Orwell dalam Animal Farm?
Novel ini secara tersirat mengkritik totalitarianisme, penyalahgunaan kekuasaan, propaganda, dan pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi, dengan sejarah Uni Soviet di bawah Stalin sebagai konteks penting.
Mengapa buku Animal Farm sempat ditolak penerbit?
Karena hubungan Inggris dan Uni Soviet selama Perang Dunia II serta sensitivitas kritik terhadap Stalin.
Siapa saja tokoh penting dalam Animal Farm?
Napoleon, Snowball, Old Major, Squealer, Boxer, Clover, Benjamin, Mollie, Moses, dan tokoh manusia seperti Jones, Pilkington, Frederick, dan Whymper.
Apa makna Animalism atau Binatangisme dalam buku Animal Farm?
Ideologi yang diperkenalkan Old Major kepada para binatang dan bagaimana gagasan tersebut berkembang setelah pemberontakan.



