Permainan bola di Yunani Kuno

Permainan Bola di Yunani Kuno: Apakah Benar Merupakan Nenek Moyang Langsung Sepak Bola?

HISTORY – Permainan bola di Yunani Kuno telah eksis dimainkan jauh sebelum sepak bola modern dikenal masyarakat dunia. Banyak orang berpendapat bahwa permainan yang berkembang di berbagai polis Yunani Kuno ini merupakan nenek moyang langsung sepak bola modern. Namun, tidak sedikit juga yang menolak pernyataan tersebut.

Sepak bola merupakan olahraga yang sangat diminati oleh masyarakat manca negara. Melihat antusiasme yang besar ini, mengetahui bagaimana sejarah sepak bola tentu menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan—setidaknya untuk sebagian orang.

Namun ternyata, menelusuri sejarah bola sepak tidak bisa dijejaki dalam satu jalan masa lalu saja. Pada akhirnya, kita harus dihadapkan pada beberapa jenis permainan bola kuno yang mungkin ada kaitannya—atau setidaknya memiliki kemiripan—dengan sepak bola.

Melansir FIFA Museum, pada masa Victoria di Inggris (1837-1901), sejumlah sejarawan dan penulis mengemukakan bahwa permainan bola di Yunani Kuno merupakan nenek moyang sepak bola modern. Dewasa ini, terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa Cuju dari Tiongkok mungkin lebih mirip sepak bola.

Namun, baik permainan bola dari Yunani Kuno. Cuju dari Tiongkok—atau mungkin juga Kemari dari Jepang—tentu memiliki kesamaan dan perbedaan yang cukup kentara dengan sepak bola. Oleh karena itu, menyatakan bahwa satu permainan tertentu merupakan nenek moyang langsung dan satu-satunya asal-usul sepak bola modern bukanlah hal yang mudah.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, mempelajari bagaimana sejarah dari setiap permainan bola kuno tetap menarik untuk dilakukan. Pada artikel ini, saya ingin sedikit membubuhkan kata tentang salah satu di antaranya, yaitu permainan bola di Yunani Kuno.

Bagaimana Sejarah Permainan Bola di Yunani Kuno?

Yunani menjadi salah satu peradaban kuno yang tidak bisa dilewatkan dalam buku sejarah. Peradaban ini dikenal karena warisannya yang besar, mulai dari filsafat, seni, hingga olahraga. Salah satu olahraga yang telah dikenal oleh masyarakat Yunani Kuno adalah permainan bola.

Selain berbagai cabang atletik yang dipertandingkan dalam Olimpiade, masyarakat Yunani Kuno telah mengenai permainan bola setidaknya sekitar abad ke-6 atau ke-5 sebelum Masehi.

Hal ini dibuktikan oleh berbagai temuan arkeologis yang menggambarkan orang Yunani sedang memainkan bola menggunakan tangan maupun kaki. Selain itu, sejumlah puisi dan catatan para penulis kuno juga menyinggung keberadaan permainan tersebut.

Berbeda dengan sepak bola modern yang mengandalkan kaki, permainan bola di Yunani Kuno umumnya dimainkan dengan tangan sebagai anggota tubuh utama. Walaupun beberapa permainan juga menggunakan kaki, mungkin penggunaannya tidak sedominan tangan.

Permainan bola di Yunani Kuno

Meski berbeda dalam banyak hal, keberadaan berbagai permainan bola tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Yunani Kuno telah mengenal suatu olahraga berbasis bola jauh sebelum lahirnya sepak bola modern.

Apa Saja Jenis Permainan Bola di Yunani Kuno?

Jika berbicara mengenai bola di Yunani Kuno, kita tidak bisa hanya menyebut satu jenis permainan saja. Pasalnya, berbagai sumber sejarah menyebutkan bahwa masyarakat Yunani Kuno mengenal beberapa permainan bola.

Episkyros

Salah satu permainan bola yang terkenal di Yunani Kuno adalah Episkyros. Permainan ini diperkirakan dimainkan oleh dua regu yang masing-masing beranggotakan sekitar 12 hingga 14 orang. Lapangannya memiliki garis tengah yang disebut skyros. Selain itu, di bagian belakang masing-masing regu juga terdapat garis batas yang menjadi penentu kemenangan dan kekalahan.

Cara memainkan Episkyros adalah dengan melempar dan mengoper bola antar pemain sambil terus bergerak maju menuju area lawan. Setiap regu harus berusaha mempertahankan penguasaan bola sekaligus mendesak lawan agar melewati garis belakang mereka. Regu yang terdorong melewati garis tersebut dianggap kalah.

Permainan bola di Yunani Kuno

Banyak sejarawan menyakini bahwa Episkyros menjadi salah satu permainan yang menginspirasi Harpastum, permainan bola yang populer di Romawi Kuno. Ketika Romawi menguasai wilayah Yunani, mereka diduga mengadopsi permainan ini dan mengembangkannya menjadi versi mereka sendiri.

Cara bermain Episkyros memang sering dibandingkan dengan rugby. Melansir Greek CityTimes FIFA juga menyebut Episkyros sebagai salah satu permainan bola kuno yang memiliki kemiripan dengan rugby.

Di sisi lain, karena sama-sama menggunakan bola dan dimainkan secara beregu, Episkyros juga kerap disebut sebagai salah satu cikal bakal sepak bola modern.

Selain Episkyros, terdapat permainan bola lain bernama Phaininda. Nama permainan ini diduga berasal dari kata Yunani yang bermakna “menipu” atau “mengelabui”. Dalam permainan ini, seorang pemain akan berpura-pura mengoper bola kepada satu orang, tetapi justru melemparkannya kepada pemain lain untuk mengecoh lawan.

Melansir FIFA Museum, ada pendapat yang mengatakan bahwa permainan Phaininda ini mungkin hanyalah nama lain dari Episkyros. Namun, karena deskripsi mengenai Phaininda sangat terbatas, maka tidak banyak yang bisa diketahui tentangnya.

Aporrhaxis

Aporrhaxis memiliki arti “memukul” atau “memantulkan”. Dalam permainan ini, bola dipantulkan berulang kali ke tanah (mungkin seperti dribble dalam boa basket). Pemain yang mampu mempertahankan pantulan bola paling lama atau banyak adalah pemenangnya.

Permainan bola di Yunani Kuno

Berbeda dengan Episkyros yang identik dengan permainan beregu dan lebih banyak dikaitkan oleh laki-laki, Aporrhaxis justru kerap digambarkan dimainkan oleh perempuan. Hal ini terlihat dari sejumlah lukisan pada vas Yunani Kuno yang memperlihatkan perempuan sedang bermain permainan tersebut. Meski demikian, bukan berarti hanya perempuan saja yang memainkannya.

Ourania

Ourania, yang dalam bahasa Yunani berarti “bola langit”, merupakan permainan yang dimainkan dengan cara melemparkan bola ke atas atau ke udara. Nama tersebut diduga berkaitan dengan cara permainannya yang melibatkan lemparan bola ke arah langit.

Cara bermain Ourania cukup sederhana. Seorang pemain akan melemparkan bola ke atas sambil menyebut nama pemain yang lain. Orang yang namanya dipanggil harus segera menangkap bola sebelum bola terjatuh ke tanah. Permainan terus berlangsung seperti itu hingga akhirnya bola menyentuh tanah.

Beberapa bukti arkeologis seperti lekythos (semacam wadah untuk menyimpan minyak zaitun) dan amphora (guci keramik), menampilkan ilustrasi orang-orang yang diduga sedang memainkan permainan Ourania.

Permainan bola di Yunani Kuno

Selain itu, karya sastra kuno Argonautica yang ditulis Apollonius dari Rhodes juga memuat deskripsi permainan bola yang oleh sebagian sejarawan diduga merujuk pada Ourania.

Terdapat permainan bola lain yang juga dikenal oleh masyarakat Yunani Kuno. Tiga permainan di atas hanyalah beberapa di antaranya saja. Jika Anda mengetahui permainan bola di Yunani Kuno lainnya atau memiliki informasi unik untuk ditambahkan, jangan ragu untuk membagikannya di kolom komentar.

✦✦✦

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *